je t'aime japon's Blog

Maret 6, 2011

Shokushinbutsu,,, Budaya Unik di Jepang

Filed under: Nihon Bunka — aimejapon @ 9:01 am

Satu lagi budaya unik sekaligus misteri manusia dari jepang. Tersebar dibagian utara Jepang dua lusin mumi biarawan Jepang dikenal sebagai Sokushinbutsu. Pengikut Shugendo, bentuk kuno agama Buddha, para biarawan mati dan mengawetkan diri seindiri dalam usaha penyangkalan diri dan memperoleh kedudukan mulia di surga.

Praktek ini pertama dipelopori oleh seorang pastor bernama Kuukai lebih dari 1000 tahun yang lalu di kompleks candi gunung Koya di Prefektur Wakayama. Kuukai adalah pendiri dari sekte Shingon Buddhisme, yaitu sekte yang datang dengan ide pencerahan melalui hukuman fisik. Ada tiga langkah dalam proses mumifikasi itu dan proses lengkap mengambil sepuluh tahun ke atas menyebabkan mumifikasi sukses.penemuan Mummi

Langkah pertama adalah perubahan diet. Imam hanya diisinkan untuk makan kacang-kacangan dan biji di hutan sekitarnya yang ditemukan di kuil sejarah, diet ini harus ketat untuk jangka waktu 1000 hari atau 3 tahun. Selama waktu ini, imam menjalani sendiri segala macam kesulitan fisik dalam pelatihan hariannya. Hasilnya adalah lemak tubuh imam akan terkuras habis, sehingga tubuh akan terurai dengan mudah setelah kematian.

mengawetkan mayat

Dalam tahap kedua, diet lebih dibatasi lagi. Imam diisinkan untuk hanya makan sejumlah kecil kulit dan akar dari pohon pinus yang telah dikeraskan selama 1000 hari sebelumnya, pada akhir tahap ini imam tampak seperti kerangka hidup. Penurunan overall ini juga termasuk dalam kelembaban tubuh, dan cairan berkurang di dalam tubuh, sehingga tubuh lebih mudah untuk diawetkan.
Menjalani bagian akhir 1000 ini Imam juga harus mulai minum teh khusus yang dibuat dari getah pohon Urushi. Getah ini adalah Digunakan untuk membuat pernis untuk mangkuk dan mebel. Teh ini sangat beracun bagi kebanyakan orang. Minum teh ini menyebabkan imam muntah, berkeringat, dan buang air kecil, sehingga lebih mengurangi isi cairan tubuh.

Langkah terakhir dari proses tersebut, imam akan ditempatkan hidup-hidup di ruang batu yang cukup besar bagi seorang pria untuk duduk dengan gaya teratai di untuk jangka waktu 1000 hari terakhir. Selama proses ini dibuat tabung saluran udara kedalam gua batu dan imam setiap hari membunyikan bel pertanda masih hidup, dan ketika bel akhirnya berhenti berbunyi, tabung udara dikeluarkan dan makam ditutup. Ketika makam akhirnya terbuka hasilnya akan diketahui, sudah jadi mummi.

mummi jepang

Pemerintah Jepang melarang Sokushunbutsu di akhir abad 19, meskipun demikian praktek ini terus bertahan hingga abad 20.

source: internet

2 Komentar »

  1. ihh…ngeri ya…kalo sekarang apa masih ada ya..???
    btw, heny tau aja info2 kayak gini..

    Komentar oleh sita — Maret 6, 2011 @ 11:47 pm

    • ya mba,, kebetulan aku suka searching aja,, trus dapet info menarik ya udah aku post it… sekalian berbagi info gitu hehehhe.. thanx ya bunda….

      Komentar oleh heny — Maret 7, 2011 @ 10:38 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: