je t'aime japon's Blog

Agustus 9, 2009

Mengenal Makna 5S dalam Konsep Masyarakat Jepang

Filed under: Nihon Shakai — aimejapon @ 1:21 am

Makna dari 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke) Jepang yang di terapkan di aspek kehidupan Masyakarat Jepang termasuk di lingkungan tempat saya bekerja ternyata bukan sekedar slogan semata, tetapi ada makna yang dalam dalam konsep tersebut. Berikut ini adalah terjemahan bebas dari sebuah artikel manajemen yang dapat anda baca di : http://www.siliconfareast.com/5S.htm

Proses 5S atau sederhananya 5S adalah program terstruktur yang bertujuan untuk mencapai pengaturan secara menyeluruh, dimana kebersihan dapat terjaga dan adanya sebuah standarisasi di tempat kerja. Dengan asumsi bahwa tempat kerja yang baik akan menghasilkan pola operasional yang aman, efisien dan lebih produktif. Dan pada gilirannya hal ini akan menaikkan moral pegawai berupa naiknya kebanggaan terhadap pekerjaan dan tanggung jawab yang dipikulnya.

5S dikembangkan di Jepang, dan merupakan arti dari 5 kata-kata jepang yang berawalan huruf S: Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke.

Ada pula kata dalam bahasa Inggris yang diadopsi untuk tetap menjaga agar konsep ini dinamakan 5S, sehingga kelima kata itu diartikan menjadi: Sort, Set (in place), Shine, Standardize, and Sustain

Ahli bahasa protes, karena makna nya kurang mengena. Ya, terserahlah…

Berikut ini adalah Penjelasan Singkat tentang 5S.

Seiri / Tidiness / Kerapihan
Singkirkan seluruh sampah, dan material yang tidak berhubungan dengan pekerjaan dari tempat kerja.

Singkirkan seluruh hal yang tidak dibutuhkan, tidak perlu dan tidak berhubungan dengan pekerjaan dari tempat kerja. Mereka harus tidak merasa bersalah / merasa sayang untuk menyingkirkan itu. Intinya setiap hal yang ada di tempat kerja adalah berhubungan dengan pekerjaan dan harus dalam jumlah yang seminimum mungkin.

Oleh karena itu sebagai konsekuensinya, tugas harus dipermudah, tempat harus lebih efektif, dan pembelian barang pun lebih selektif.

Seiton / Orderliness / Keteraturan
Atur segalanya agar tepat pada tempatnya dengan tujuan agar mudah diambil dan menghemat tempat.

Jadi ini berkaitan dengan efisiensi. Termasuk dalam hal ini adalah apapun ditempatkan pada tempatnya, mudah dijangkau saat diperlukan, dan segera dikembalikan pada tempatnya saat telah digunakan. Pada saat semua orang yang membutuhkan dapat mengakses hal tadi dengan sesegera mungkin, maka para pegawai dapat lebih produktif.

Posisi yang tepat, peletakan, penyangga setiap item, alat maupun material harus dipilih dengan seksama dalam kaitannya dengan pekerjaan yang akan dilakukan dan siapa yang akan menggunakannya.
Setiap item harus ditempatkan pada tempatnya agar aman, dan setiap lokasi diberi label agar mudah diidentifikasi tujuan penggunaannya.


Seiso / Cleanliness / Kebersihan

Bersihkan tempat kerja, setiap orang harus mau jadi juru bersih.

Dengan moto: Setiap orang adalah juru bersih. Tempat kerja harus bersih dan bersinar. Proses ini harus dilakukan oleh seluruh pihak mulai dari operator hingga manajer. Idealnya setiap area kerja memiliki penanggung jawab terhadap kebersihan, dengan tetap menjadikan setiap pegawai sebagai peserta aktif terhadap kebersihan. Seluruh pegawai harus memandang tempat kerjanya dengan kaca mata seorang pengunjung, sehingga dapat dipastikan setiap yang melihat tempat kerja tadi akan mendapatkan impresi yang baik tentang tempat kerja tersebut.

Seiketsu / Standardization / Standarisasi
Buat standar bagaimana cara menjaga kebersihan tersebut.

Artinya adalah pembersihan yang terstandar. Berupa penjelasan mengenai batas ukuran kebersihan dan bagaimana cara mempertahankannya. Sehingga dapat menjadi patokan bagi pegawai dan kadar kebersihan yang diinginkan. Setiap pegawai harus ‘berlatih’ hal ini dengan menjaga kebersihan dirinya. Ceuk aa Gym mah mulai dari diri sendiri.
Pemanfaatan ukuran visual adalah hal yang paling penting dalam konsep ini. Kode warna dan tolok ukurnya digunakan untuk memudahkan identifikasi adanya anomoali dalam lingkungan kerja. Pegawai pun dilatih untuk mendeteksi setiap ketidak normalan dengan menggunakan panca indranya serta dilatih pula untuk mampu memperbaikinya sesegera mungkin.

Shitsuke / Discipline / Disiplin
Lakukan 5S setiap hari, jadikan jalan hidup. Maksudnya: ya berkomitmen lah. Selalu lakukan hal yang baik, dan tinggalkan kebiasaan buruk. Saat tahapan ini dicapai, maka setiap pegawai akan dengan sukarela mengevaluasi kebersihan dan kerapian setiap saat tanpa perlu diingatkan oleh pihak manajemen.

2 Komentar »

  1. patut dicontoh tu…..😀

    Komentar oleh lawliet90 — Agustus 9, 2009 @ 2:07 am

    • tahnx for comment guys.. semoga one day bisa dilakuin di negara kita yah.. ^_^

      Komentar oleh aimejapon — Agustus 9, 2009 @ 2:18 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: