je t'aime japon's Blog

Agustus 3, 2009

Kenangan musim panas

Filed under: Watashi no Tabi — aimejapon @ 5:42 am

Sekarang sudah bulan agustus lagi, rasanya baru kemarin tiba dijepang dan menikmati musim panas yang begitu indah dan menyenangkan, bersama teman-teman yang selalu menemaniku jalan, bercanda ria. suhu udara yang begitu panas menyengat ternyata tidak menghalangiku untuk menyusuri dan menikmati jalan-jalan dijepang tokyo dan sekitarnya. dimulai dengan menikmati liburan musim panas ke Fukushima melihat kastil tua yang penuh dengan sejarah. walaupun bangunan tersebut sudah cukup tua. namun masih nampak terlihat baru, karena mereka memeliharanya. selain itu saat berjalan-jalan ke fukushima itu, hal yang membuat aku begitu senang dan menjadi pengalaman yang ak terlupakan karena aku pergi bersama orang -orang yang ku sayangi. mungkin bagi kamu yang sedang jatuh cinta atau yang menyukai seseorang, berada di dekatnya dan menghabiskan waktu bersama adalah hal yang paling menyenangkan bukan? itulah yang kurasakan saat aku menghabiskan masa liburan musim panas ku ke fukushima bersamanya. jauh dilubuk hatiku saat itu aku ingin menangis bahagia, karena aku bisa melihat senyumnya yang jarang sekali aku lihat saat aku bersamanya ditempat kerja. aku pun tak mengerti mengapa perasaan itu begitu kuat saat aku berada didekatnya. saat menghabiskan liburan musim panas itu, kami pun tidak hanya mengunjungi tempat bersejarah. tapi kami juga melihat wisata alam Jepang yang begitu mempesona. kami makan bersama, tertawa bersama, bersenda gurau bersama. saat itu yang kuinginkan adalah hari ini jangan berakhir. aku ingin selalu melihat wajahnya yang ceria, tanpa ada beban yang tak kulihat dikesehariannya. tapi apa boleh dikata satu hari itu hanya 24 jam saja, tidak lebih tidak pula kurang. kami kembali pulang diselimuti cuaca yang sudah hitam gelap di hiasi oleh sinarnya rembulan kala itu. sebelum kami pulang kami pun makan malam bersama. karena saat itu aku masih baru tiba di Jepang, gaya dan cara makanku masih berantakan. budaya di sana dengan di Indonesia berbeda. makan menggunakan sumpit. aku tak tahu bagaimana penilaian dia terhadap ku kala itu. tapi aku merasa sangat bahagia kala itu. kini setahun sudah aku meninggalkan kenangan itu, walaupun singkat akan selalu ada dalam hatiku. mungkin benar ungkapan love is blind karena aku merasakan hal itu.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: