je t'aime japon's Blog

Mei 22, 2015

10 Hal yang perlu diketahui tentang Kehidupan di Jepang

Filed under: Uncategorized — aimejapon @ 5:50 am

Kehidupan di Jepang sangat berakar pada tradisi kuno yang belum terlalu progresif dan modern ketimbang kebanyakan negara-negara lain di dunia. Dikotomi semacam ini telah menghasilkan beberapa fakta paling menarik tentang kehidupan keluarga di dunia, dan memberikan suatu model unik dari masyarakat tradisional global lainnya.
Kehidupan Jepang sangat dipengaruhi oleh teknologi modern, dunia barat, dan norma-norma sosial yang cepat berubah, tetapi pada saat yang sama dibentuk oleh kekuatan yang menjangkau kembali pada sejarah awal budayanya.

1. Perempuan lajang tinggal di rumah

80 sampai 90 persen wanita single Jepang tinggal di rumah dengan orang tua mereka. Kebanyakan dari mereka tidak melakukan pekerjaan rumah tangga atau membayar sewa.

2. Keluarga inti

Sejak Perang Dunia II, keluarga inti terus menyebar keluar menjadi keluarga besar sebagai bentuk paling umum dari kondisi hidup keluarga. Rumah tangga yang terdiri atas tiga generasi sekarang berjumlah kurang dari 30 persen dari total rumah tangga di Jepang.

3. Perempuan melakukan pekerjaan rumah tangga

Para wanita Jepang rata-rata menghabiskan 4½ jam sehari untuk membersihkan rumah dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga lainnya. Sedangkan pria rata-rata hanya menghabiskan 23 menit untuk mengurus rumah.

4. LDR (long distance relationship)

Suami sering pindah ke kota-kota lain untuk bekerja di Jepang, yang berarti mereka hanya memiliki kesempatan untuk mengunjungi istri dan keluarga mereka pada akhir pekan.

5. Ayah sering tidur sendiri

Di Jepang, ibu sering tidur di ranjang yang sama dengan anak-anak sementara suami tidur di tempat tidurnya sendiri di ruangan lain.

6. Majikan memberi tunjangan pernikahan

Hal ini umum terjadi di Jepang di mana pengusaha memberi tunjangan pernikahan pada karyawan mereka hingga 10 persen dan menyediakan perumahan murah bagi keluarga.

7. Anak sah

Pada 2001, hanya 1 persen dari anak-anak Jepang yang lahir di luar nikah. Di Amerika Serikat, 32 persen anak-anak terdaftar dengan status “non-perkawinan.”

8. Pria lajang juga tinggal di rumah

Setengah dari semua pria single Jepang di usia 20-an tinggal di rumah bersama orang tua mereka.

9. Gundik atau wanita simpanan kadang-kadang diterima

Secara tradisional seorang pria Jepang boleh memiliki wanita simpanan jika istrinya tidak bisa melahirkan seorang anak. Jika wanita tersebut melahirkan seorang anak, anak itu biasanya tinggal bersama sang pria dan istrinya.

10. Perjodohan

Pernikahan sering dimulai sebagai perjodohan antara dua orang asing tetapi memiliki tingkat keberhasilan lebih tinggi dari Amerika Serikat di mana perjodohan jarang terjadi.

April 8, 2015

Kosakata Bahasa ( Gaul ) Jepang

Filed under: Uncategorized — aimejapon @ 5:36 am

1. uwaki otoko : cowok yang suka selingkuh

2. uwaki onna : cewek yang suka selingkuh

3. choukawaii : manis banget

4. ikemen : cowok cakep

5. otokotarashi : Play Girl

6. onnatarashi : Play Boy

7. hitomebore : cinta pandangan pertama

8. ai shitemo ii? : bolehkah aku mencintaimu?

9. boku no soba ni ite kurenai? : maukah kau berada di sisiku?

10.puropoozu shitemo ii? : bolehkah aku melamarmu?

11.tada anata o aishiteru : aku cuma cinta sama kamu ( per )

tada kimi o aishiteru : aku cuma cinta sama kamu ( laki2 )

12.anata ni aete, yokatta : aku beruntung bisa bertemu denganmu

13.hanaretakunai : aku gak mau putus denganmu

14.anata ni deatte, yokatta : aku senang bisa mengenalmu (dikatakan saat putus dengan pacar)

15.mou wakareta : udah putus

16.ganbatte ne! : semangat!

17.tsumanne : membosankan ( per )

tsumanna : membosankan ( laki2 )

18.mendoukusaina… : malasnya….

19.yatta!! : asyik!!! / berhasil!!

20.sugee : hebat

21.akiramenna!! : jangan putus asa!!

22.namaiki iun ja nee yo : jangan sombong-sombong

23.arienai : gak mungkin

24.nani atta no? : ada apa sih…?

25.oshiete kure! : kasih tau dong!

26.betsu ni : gak ada apa-apa

27.majide? : sumpah lo?

28.sokka : gitu ya… / oya…

29.maa ne : ya gitu deh

30.atarimaeda! : ya iyalah! (ya iya lah, masa ya iya dong)

31.yappa : sudah kuduga

32.shikata nai : apa boleh buat

33.kawaisou : kasian deh lo

34.iya / yada : gak mau

35.usotsuki : pembohong

36.urusai yo! : berisik tau! ( per )

urusee yo! :berisik tau! ( laki2 )

37.jiro-jiro mite nanda yo! apa lo liat-liat!

38.baka mitai : seperti orang bodoh / dasar oon

39.baka yaro : dasar goblok

40.kusso : brengsek / sialan

41.saiteidayo : kamu gak ada apa-apanya

42.sukebe : dasar omes (otak mesum)

43.yabai! : gawat!

44.kimochi warui : sebel

April 1, 2015

Cara Daftar Bebas Visa Jepang ( Visa Waiver ) bagi Pemilik E-Passport Indonesia

Filed under: Uncategorized — aimejapon @ 5:35 am

Bebas visa Jepang bagi warga negara Indonesia sudah lama terdengar dan akhirnya di akhir tahun 2014, kerjasama tersebut terlaksana. Namun, ada beberapa syarat untuk pemegang paspor Indonesia yang ingin datang ke Jepang tanpa perlu apply visa. Syarat pertama adalah paspor yang dimiliki harus merupakan paspor elektronik (e-paspor, paspor biometrik) yaitu jenis paspor yang telah dipasang chip di dalam sampulnya dimana data-data pemegang paspor tersimpan di chip tersebut. Cara mendapatkan e-paspor dapat dibaca di sini.

Nah, saat sudah memiliki e-paspor, masih ada sejumlah langkah yang mesti dilakukan, yaitu mendaftarkan e-paspor kita ke Kedutaan Jepang. Berikut langkah-langkah mendaftarkan e-paspor anda agar dapat dilengkapi sticker visa waiver (bebas visa).

· Pendaftaran dilakukan di Kedutaan Jepang untuk Indonesia, bagian visa/ konsuler.

· Yang perlu dibawa: e-paspor asli yang masih berlaku, form pendaftaran visa waiver yang dapat di download di sini

Cukup dengan mengisi formulir visa waiver seperti ini

· Datang ke Kedutaan Jepang pada rentang waktu 8.30 pagi hingga 12.00 siang. Ini adalah waktu pendaftaran visa (termasuk visa waiver).

· Kedutaan Jepang terletak di Thamrin, dekat dengan Plaza Indonesia, bagi yang membawa mobil bisa parkir di Plaza Indonesia dan berjalan kaki saja ke Kedutaan Jepang.

· Saat masuk serahkan ID di pos security untuk ditukar dengan pass masuk. Setelah melewati scanning langsung masuk ke area pendaftaran dan pengambilan visa dimana terdapat 5 loket. Ambil nomor antrian terlebih dahulu di mesin sebelah kanan (A). Ada tiga loket untuk pengurusan visa dan nomor antrian akan tertera di loket.

e-paspor memiliki ukuran sama dengan paspor biasa namun dengan logo chip di sampul depan

· Jangan kecil hati saat melihat antrian yang banyak, proses cukup cepat. Antrian 20 orang dapat selesai dalam waktu 20-30 menit saja, bahkan kurang.

· Siapkan dokumen tambahan seperti print booking tiket PP ke Jepang atau bukti rekening koran. Sebenarnya ini tidak wajib namun tetap siapkan jika diperlukan.

· Setelah memberikan e-paspor dan form visa waiver anda akan mendapat bukti penyerahan paspor.

· Visa waiver selesai dalam 2 hari kerja, jadi jika submit di hari Selasa maka sudah dapat diambil di hari Rabu. Jika submit di hari Jumat maka dapat diambil di hari Senin.

· Pendaftaran visa waiver ini bebas biaya, anda tidak perlu membayar sedikitpun.

· Jika anda sangat sibuk namun harus mendapatkan visa waiver secepatnya karena pekerjaan dan tidak punya waktu untuk mengurus ke kedutaan, gunakan jasa travel agent. Dwidaya dapat membantu proses ini dengan biaya Rp. 50.000,- ,cukup serahkan e-paspor dan form visa waiver ke travel agent.

AKHIRNYA….

Visa Wiver sudah selesai. Kini pertanyaannya, apa yang dapat digunakan dengan visa waiver agar tidak salah saat menggunakannya?

· Visa waiver hanya berlaku untuk trip selama maksimal 15 hari, jadi jika berencana ke Jepang lebih dari 15 hari maka tetap harus apply visa ke Kedutaan.

· Visa waiver berlaku selama 3 tahun, atau dalam jangka waktu berlakunya e-paspor yang kurang dari 3 tahun.

· Tanpa sticker visa waiver, e-paspor anda tidak berlaku untuk masuk ke Jepang, jangan terjebak dengan info e-paspor bebas visa ke Jepang karena anda tetap mesti mendaftar ke Kedutaan terlebih dahulu.

Source: http://marischkaprudence.blogspot.com/2015/02/cara-daftar-bebas-visa-jepang-visa.html

Maret 31, 2015

皆さん久しぶりです。。。。

Filed under: Uncategorized — aimejapon @ 5:56 am

Apa kabar semuanya???
lama sekali tidak meng-update informasi terbaru dari Jepang. pastinya banyak informasi dan berita yang sudah tertinggal. tapi jangan khawatir, saya akan mulai kembali menginformasikan berita-berita dari negara doraemon ini. bila ada informasi yang bisa di share disini, boleh bergabung…. tujuannya. agar kita bisa saling menambah informasi untuk semua yang seneng banget sama Jepang. terlebih kalau nantinya bisa ke Jepang…. semoga ya sahabat:🙂

September 30, 2012

Rambut Mohawk Tertinggi Didunia….

Filed under: News — aimejapon @ 10:45 pm

Ada seorang pria dari Tokyo yang tidak bisa menyisir rambutnya turun karena satu alasan sederhana: rambutnya terlalu tinggi. Guinness World Records baru saja mencanangkan pria ini sebagai pemilik rambut mohawk tertinggi di dunia.

Rambut Mohawk Tertinggi Di Dunia

Butuh Kazuhiro Watanabe 15 tahun lamanya untuk menumbuhkan rambut setinggi itu. Perancang busana empat puluh tahun ini memutuskan untuk “memberontak” terhadap kebudayaan masyarakat Jepang (yang mengagungkan keimut-imutan) dengan cara menumbuhkan rambut bergaya penduduk asli Amerika yang kental dengan nuansa punk rock.

Dia tidak sabar untuk membuktikan bahwa mohawk-nya layak masuk dalam Guinness Book of World Records dengan memamerkan rambut setinggi 1,13 meter di taman kota New York. Dibutuhkan satu buah kaleng gel besar, tiga kaleng hairspray dan beberapa hair stylist sekaligus hingga dua jam untuk membuat karya yang monumental tersebut.

 

Source: Jepang.net

Agustus 24, 2012

Perpeloncoan (Bullying) Di Sekolah: Masalah Yang Tidak Akan Hilang?

Filed under: Nihon Shakai — aimejapon @ 4:24 pm

Apakah mengganggu orang lain sudah menjadi sifat dasar manusia sejak kecil? Atau apakah pihak sekolah terlalu sibuk untuk menghadapi masalah yang sangat menghantui mereka yang terlihat lebih lemah?

Perpeloncoan (Bullying) Di Sekolah: Masalah Yang Tidak Akan Hilang?

Pada Oktober tahun lalu, seorang murid SMP di Kyoto merasa tidak tahan karena diganggu terus-menerus oleh teman sekelasnya, sedangkan para guru seakan tidak peduli dan tidak menganggap serius permasalahan anak tersebut. Lalu apa yang anak itu lakukan? Dia melompat dari lantai 14 di apartemen orang tuanya. Bisa membayangkan bagaimana hancurnya tubuh murid tersebut? Dia baru berusia 13 tahun.

Teman-temannya, yang diduga menggangu anak tersebut, sama sekali tidak menunjukkan perasaan bersalahnya. Sang ayah lantas melaporkan kejadian tersebut dan mengadukan pihak sekolah ke polisi. Hasilnya? Polisi tidak bisa membuktikan siapa yang bersalah. Tujuh tahun lalu, seorang gadis yang baru berusia 12 tahun, Yumi Nakai, juga bunuh diri dengan melompat dari sebuah apartemen. Hingga hari ini kasusnya belum selesai. Tidak lupa juga kasus pada tahun 2010 dimana putri Aiko, cucu sang Kaisar Jepang, diganggu oleh teman-temannya sampai putri Aiko tidak mau masuk sekolah selama beberapa hari.

Putri Aiko Diganggu: Perpeloncoan (Bullying) Di Sekolah

Kementerian Pendidikan Jepang secara resmi mencatat lebih dari 77.000 kasus “ijime” (perpeloncoan) dalam setahun, dari yang ringan sampai yang berat. Pertanyaan yang paling sering diutarakan adalah; Haruskah perpeloncoan di sekolah disamakan dengan tindak kejahatan pidana dan para pelakunya (yang masih dibawah umur) harus dimasukkan ke penjara selama bertahun-tahun?

Dalam mencari jawabannya, para orang tua menelaah beberapa penyiksaan yang tampaknya mendorong seorang anak untuk melompat bunuh diri. Diantaranya adalah pemukulan fisik secara rutin, dipaksa memakan serangga mati, dipaksa mencuri, dan yang paling parah, diajak bermain permainan bunuh diri. Banyak yang mengatakan bahwa kekuatan hukum penuh adalah satu-satunya bahasa yang dimengerti oleh anak-anak “tangguh” itu. Bukan hukum sekolah, bukan hukum orang tua, dan juga bukan hukum kekeluargaan.

“Anak-anak melakukannya karena hati mereka sendiri terganggu,” kata Shinichiro Hori, kepala sekolah Kinokuni Children’s Village. “Dengan situasi dan kondisi masyarakat yang memaksakan cita-cita tinggi pada mereka, mereka sendiri tidak dapat bernapas. Hati mereka seakan tidak mendapatkan cukup oksigen, lalu mereka mencari kesenangan lain yaitu dengan menggangu anak-anak yang terlihat lebih lemah. Tentu anda bisa menghukum mereka, tapi itu tidak akan menyelesaikan akar permasalahannya.”

“Yang paling penting adalah anak-anak harusnya bahagia di sekolah. Untuk itu terjadi, para guru pun harus bergairah dalam apa yang mereka kerjakan di sekolah. Tapi apa yang terjadi? Apakah guru senang dengan pekerjaannya? Tidak. Mereka terlalu dibebani dengan tanggung jawab administratif,” kata Shinichiro. “Guru perlu bebas untuk menggunakan imajinasi mereka. Tanpa adanya perubahan radikal di sistem pendidikan kita dari yang paling atas sampai bawah, saya sangat ragu masalah ini bisa diselesaikan.”

Perpeloncoan (Bullying) Di Sekolah: Masalah Yang Tidak Akan Hilang?

Kasus perpeloncoan yang pertama kali menarik perhatian seluruh Jepang terjadi pada tahun 1986 dimana seorang anak berusia 13 tahun gantung diri dalam sebuah kamar mandi di pusat perbelanjaan di Tokyo. Dia meninggalkan catatan yang menjelaskan jenis penyiksaan yang dialaminya yaitu “pemakaman tiruan” – lengkap dengan bunga dan dupa – dengan dirinya sebagai mayat. Inilah yang disebut sebagai permainan “praktek bunuh diri” yang terkenal di kalangan remaja Jepang.

Perpeloncoan = ijime / いじめ

source: jepang.net

Januari 15, 2012

Apa dan Siapakah Danbo???

Filed under: J-tech — aimejapon @ 4:32 am

Dia sangat populer di seluruh dunia. Dia lucu dan dia menggemaskan….

Danbo Jepang

Danbo Jepang

Danbo Jepang

Danbo Jepang

Fenomena Danbo berawal dari Azuma Kiyohiko, pengarang manga “Yotsuba&!” yang mendapatkan tugas dari pihak sponsor Amazon Jepang untuk menciptakan sebuah karakter yang menggambarkan bisnis mereka.

Maka, terciptalah Danbo (段ボール) yang artinya kardus karton.

Amazon pun kemudian membuat dan menjual mainan figurinnya di situs mereka. Kenapa kardus karton? Karena Amazon setiap hari mengirim barang yang mereka jual dengan cara dimasukan ke dalam kardus-kardus karton. Tidak disangka sebuah karakter yang tercipta dari ide yang amat sangat sederhana ini ternyata disukai oleh para otaku mania.

Danbo muncul pertama kali di manga “Yotsuba&!” jilid 28, dimana Miura Hayasaka, salah satu karakter di manga tersebut, memakai kostum yang terbuat dari kardus karton.

Danbo Jepang

 
Source: Internet

Januari 2, 2012

Filed under: Uncategorized — aimejapon @ 2:26 pm

AKEMASHITE OMEDETOU GOZAIMASU ......

Persiapan Tahun Baru Di Jepang

Filed under: Nihon Shakai — aimejapon @ 1:52 pm

Hari pertama di tahun baru bisa dibilang hari libur yang paling penting dan paling sakral di kalender Jepang. Sebagian besar orang benar-benar menutup jadwal kerja mereka selama beberapa hari agar mereka dapat kembali pulang ke kampung halaman untuk menghabiskan waktu dengan keluarga besar mereka.

Berikut adalah tiga tradisi terbesar dalam tradisi perayaan menyambut tahun baru di Jepang…

1. Satogaeri

Alat-alat transportasi masal seperti pesawat terbang, kereta api dan bus akan sangat sibuk di akhir tahun dan awal tahun baru. Kenapa? Karena banyak orang Jepang yang mudik. Yup, satogaeri artinya pulang kampung. Sama seperti di Indo, jangan harap bisa mendapatkan tempat yang nyaman jika mau berpergian di hari-hari super sibuk seperti ini.

2. Hatsumode

Hatsumode, sembahyang orang Jepang

Hatsumode adalah tradisi sembahyang di kuil pada hari pertama di tahun baru, meminta para dewa menjaga kesehatan keluarga mereka dan memberikan rejeki yang melimpah. Ratusan ribu orang akan memadati kuil-kuil Shinto/Buddha pada tanggal 31 Desember dan 1 Januari. Lonceng akan dibunyikan tepat pada tengah malam yang menandakan Jepang telah masuk ke lembaran baru.

3. Osechi

Tahun baru tidak akan ada artinya jika tidak ada hidangan enak di ruang makan keluarga. Maka, disiapkanlah osechi. Tidak perlu yang mewah-mewah, yang penting ada. Osechi adalah hidangan laut seperti ikan, udang dan sedikit sayur-sayuran yang disajikan di dalam kotak makanan, mirip kotak bento tapi bukan, melainkan kotak jubako yang disusun bertingkat-tingkat.

Secara tradisi, osechi dimakan saat sarapan pagi, makan siang dan makan malam selama tiga hari berturut-turut. Tapi di jaman modern ini, banyak keluarga yang makan osechi di satu hari saja.

Osechi, hidangan tahun baru orang Jepang

November 20, 2011

Mengenal Jenis Boneka – boneka di Jepang

Filed under: Nihon Bunka — aimejapon @ 5:28 am

okeshi

KokeshiKokeshi

Kokeshi merupakan boneka Jepang yang terbuat dari kayu, dengan badan silinder yang sederhana dengan kepala yang lebih besar dari badannya, rambut yang sedikit, dan garis-garis yang digambar membentuk wajah. Biasanya di badannya digambar corak bunga dengan warna merah, hitam, kuning dan dilapisi dengan semacam lilin. Karakteristik mencolok dari boneka Kokeshi adalah tiadanya lengan dan kaki. Biasanya di bagian bawah boneka ini ditandai dengan cap/stempel pemiliknya.

Kokeshi ini telah dibuat selama 150 tahun, dan berasal dari utara pulau Honshu (pulau utama Jepang). Awal mulanya, boneka ini dibuat sebagai mainan dari anak-anak petani. Dari mainan yang sederhana ini, sekarang menjadi kerajinan Jepang yang terkenal, dan dijadikan souvenir bagi turis.

Ningyo

Kyo-ningyo (Dolls of Kyoto) Kyo-ningyo (Dolls of Kyoto)

Ningyo (人形), yang berarti figur manusia, merupakan boneka tradisional yang biasanya berbentuk anak-anak atau bayi, pejabat kekaisaran, prajurit atau pahlawan, karakter dalam cerita dongeng, dewa dan setan, atau juga orang-orang dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jepang. Sebagian besar dibuat secara tradisional untuk altar atau tempat keramat di rumah, untuk hadiah pemberian formal, atau perayaan festival seperti Hina Matsuri (pada Festival Boneka atau Hari Anak Perempuan tanggal 3 Maret) atau Tango no Sekko yang biasa disebut Kodomo ni Hi (Hari Anak-Anak atau Hari Anak Laki-Laki tanggal 5 Mei). Beberapa dirancang sebagai kerajinan lokal untuk dibeli oleh peziarah ke kuil atau perjalanan yang lain sebagai oleh-oleh.

Pada sekitar tahun 1000, beberapa tipe boneka sudah dibuat. Anak-anak perempuan bermain boneka dengan rumahnya, ibu-ibu membuat boneka pelindung dengan harapan senantiasa melindungi anak-anaknya serta cucu-cucunya, upacara keagamaan pun menggunakan boneka, untuk mengambil dosa dari orang yang disentuhkannya.

 

Mungkin saja pembuat boneka profesional pertama kalinya merupakan para pemahat/pematung dari kuil, yang ahli untuk membuat patung kayu yang menggambarkan anak-anak (boneka Saga). Keahlian membuat seni menggunakan komposisi kayu dan pahatan kayu, pernis yang menjadi “kulit” putih mengkilap yang disebut gofun, serta kain tekstil yang indah, kemudian menjadi meluas.

Karakuri

Zashiki Karakuri -tea-serving-robotZashiki Karakuri -tea-serving-robot

Karakuri merupakan boneka golek (puppet) atau automata dari abad 18-19, boneka mekanik mengagumkan dari kayu yang bisa bergerak. Karakuri sendiri bisa berarti alat mekanik untuk melakukan sesuatu, menggoda, atau memberi kejutan ke seseorang. Bisa saja berarti mengandung “sihir” tersembunyi dan misteri di dalamnya. Karakuri ini umumnya di festival atau ditampilkan di panggung hiburan berukuran kecil. Biasanya gerakan boneka ini diiringi dengan instrumen musikal.

Utamanya terdapat tiga tipe dari karakuri, Butai Karakuri (舞台からくり Karakuri Panggung) yang digunakan di teater/panggung. Zashiki Karakuri (座敷からくり tatami room karakuri?) yang kecil dan dimainkan dalam rumah. Dashi Karakuri  (山車からくり festival car karakuri?) yang digunakan dalam festival keagamaan, dimana boneka ini digunakan untuk menampilkan mitos atau legenda tradisional.

Salah satu contoh zashiki karakuri adalah robot mekanik penyaji teh, yang bisa menyajikan teh, misalnya dalam situasi upacara minum teh (chado 茶道).

Hina Ningyo

Hina Ningyo - Full SetHina Ningyo – Full Set

Boneka ini merupakan boneka yang diperuntukan untuk Hina Matsuri, festival boneka, yang juga dikenal sebagi Momo no Sekku atau Festival Buah Persik. Boneka ini terbuat dari berbagai macam bahan, tetapi boneka Hina klasik mempunyai badan berbentuk seperti piramid dengan berlapis-lapis kain yang disi dengan jerami atau blok kayu, tangan dari kayu yang dipahat berlapis gofun, dan kepala dari kayu yang diukir atau dicetak berlapis gofun, dengan sepasang mata kaca (walau sebelum 1850 sepasang mata ini diukir di gofun kemudian dilukis) serta rambut dari sutra atau rambut asli manusia. Satu set terdiri dari 15 boneka yang mewakili karakter-karakter tertentu, dengan berbagai aksesoris (dogu), walaupun set dasarnya terdiri dari pasangan laki-laki dan perempuan yang biasanya diartikan Kaisar serta Permaisurinya.

Musha

mushaMusha

Merupakan boneka prajurit yang biasanya terbuat dari bahan yang mirip dengan boneka Hina, tetapi dengan konstruksi yang lebih kompleks, karena mewakili laki-laki (atau perempuan) yang duduk di kursi, berdiri, atau menunggangi kuda. Baju baja, helm, dan senjatanya terbuat dari kertas yang dipernis, biasanya dengan aksen logam. Tidak ada set yang spesifik untuk boneka ini, bisa terdiri dari Kaisar Jimmu, Permaisuri Jingu dengan perdana menteri Takenouchi yang membawa putra kaisar yang baru lahir, Shoki si Penumpas Setan, Toyotomi Hideyoshi dan jenderalnya serta tea-master, dan juga figur dari cerita dongeng, seperti Momotaro, Anak Buah Persik atau Kintaro, Anak Emas.

Ichimatsu

Daruma

Daruma Daruma

Boneka Daruma yang dikenal dengan boneka Dharma menggambarkan pendeta Bodhidharma yang menegakkan dan menjadi patriarki pertama Zen sekitar 1500 tahun lalu. Boneka Daruma ini berbentuk seperti bola dengan badan berwarna merah (yang paling umum) kuning, hijau, atau puti dan berwajah putih tanpa biji mata. Boneka ini mempunyai kumis dan jambang dengan mata berwarna putih saja. Boneka Daruma merupakan ajimat untuk membawa keberuntungan dan ketabahan untuk meraih tujuan yang dicita-citakan. Dilukiskan pada sebelah mata kanan ketika membuat cita-cita atau harapan, dan sebelah kiri ketika cita-cita tersebut terpenuhi. Harapan ini bisa dibuat sepanjang tahun, tetapi umumnya di Jepang dilakukan ketika Tahun Baru.

Banyak boneka Daruma yang berupa boneka Daruma laki-laki tetapi ada juga boneka Daruma perempuan, yang biasa disebut Ehime Daruma atau Putri Daruma.

IchimatsuIchimatsu

Boneka Ichimatsu mewakili anak laki-laki atau perempuan yang besarnya proporsional dan dilapisi sewarna dengan warna kulit dan sepasang mata kaca. Awal mulanya Ichimatsu diberi nama oleh seorang aktor Kabuki setelah abad 18, dan mewakili bentuk manusia dewasa, tetapi sejak akhir abad 19 istilah ini diberikan ke boneka anak-anak. Boneka anak kecil dengan ekspresi nakal merupakan yang paling populer di akhir abad 19 dan di awal abad 20, tapi pada tahun 1927 Pertukaran Boneka Persahabatan dilibatkan dalam pembuatan 58 boneka anak perempuan 32″ yang mengagumkan, untuk diberikan sebagai hadian dari anak-anak di Jepang ke anak-anak di Amerika Sertika, dan estetika dari boneka yang mengagumkan ini mempengaruhi para pembuat boneka untuk membuat tipe anak perempuan yang anggun, ramah, lembut dengan balutan kimono.

Hakata Ningyo

HakataHakata

Hakata Ningyo (博多人形)  adalah boneka tradisional Jepang yang terbuat dari tanah liat, yang berasal dari kota Fukuoka, yang sebelumnya bernama Hakata sebelum kota ini digabungkan pada tahun 1889. Boneka Hakata ini diperkirakan berasal dari abad ke 17. Pembuat gerabah termasuk Souhiti Masaki membuat boneka tanah liat, yang biasanya diberikan sebagai hadiah untuk kuil Buddha dan untuk Kuroda Nagamasa, yang saat itu berkuasa atas kota Hakata. Boneka-boneka ini disebut juga Hakata Suyaki Ningyō (“博多素焼人形”, “Hakata unglazed doll”). Hakata juga mempunyai beberapa festival terkenal yaitu Hakata Gion Yamakasa, yang juga melibatkan pengapung Ningyo. Pengapung ini terbuat dari kayu, tapi dipercayai bahwa metode pembuatan pengapung ini dipengaruhi oleh boneka Hakata. Tetapi bukti arkeologis selama penggalian Hakata, termasuk mainan sederhana dari tanah liat/keramik yang dibakar, menunjukkan awal muasalnya boneka Hakata berada di China.

Pada akhir abad 19, boneka Hakata diubah dari bentuk mainan tanah liat/keramik sederhana yang dibakar ke arah hasil karya seni tinggi. Seniman ahli Rokusaburō Shirouzu mulai mempelajari teori warna, proporsi manusia, dan teori serta teknik artistik modern Itusyo Yada, seorang pelukis cat minyak, yang akhirnya menjadikan pembuatan Hakata yang lebih realistis. Sejak saat itu boneka Hakata pun menjadi lebih terkenal dan mendunia.

Gosho Ningyo

Gosho NingyoGosho Ningyo

Gosho Ningyo biasanya merupakan boneka bayi yang gemuk dan bahagia dengan model yang kekanakan. Hiasan yeng meluikiskan helai kain dari gofun dikenakan di kulit putih sempurna boneka ini. Wajah boneka ini dilukis minimalis untuk menangkap esensi polos dari anak-anak. Museum National Kyoto menyatakan bahwa figur putih, bulat, dan chubby ini mungkin dipengaruhi oleh boneka Saga (Saga Ningyo) yang tanpa busana.

Terdapat banyak nama yang berhubungan dengan boneka gosho, seperti “good luck doll”,  shira-kiku “white chrysanthemum”, shirajishi-ningyo “white flesh doll”, zudai “large head”, atau izukura ningyo. Istilah “gosho” bisa diartikan “dari Istana Kaisar” karena boneka ini dulunya dibuat oleh pembuat boneka di Kyoto yang diperuntukkan sebagai hadiah dari istana kepada tamu spesialnya. Para penerimanya pun menghargai boneka ini. Para pedagang kemudian mencontoh ritual memberikan hadiah seperti yang dilakukan istana sebagai simbol status. Kemudian praktek pemberian hadiah berupa gosho ningyo sebagai hadiah spesial yang berarti ini pun menyebar ke seluruh Jepang.

Older Posts »

Blog di WordPress.com.